Alarm Mundur

By dbw On October 18, 2010 Under Elektronika Umum

Alarm Mundur

Hampir setiap pembuat mobil baru di dunia dewasa ini melengkapi buatannya dengan lampu-lampu mundur. Gagasan bagus! Tidak hanya menolong Anda melihat kemana akan mundur dalam kegelapan, tetapi juga membuat Anda jelas terlihat oleh siapa saja di belakang Anda. Di beberapa Negara Asia malahan membuat peraturan untuk setiap kendaraan memiliki penunjuk mundur bersuara. Satu masalah dari gagasan ini adalah bahwa pengemudi mobil, tidak langsung dapat mengambil manfaatnya.

Sudah menjadi kodrat manusia, tak dapat disangkal lagi kita seringkali lupa atau mengabaikan peringatan yang diberikan pada kita, ketika kita mempelajari keterampilan baru. Hal ini lebih nyata lagi dalam mengemudikan mobil. Kita sering kali cenderung melakukan apa yang lazim daripada yang benar.

Yang kecil saja, tapi mendasar, adalah kesalahan menjalankan mobil dengan pedal kopling ditekan. Maka anda tinggal melepaskan pedal tersebut dan pergi … tetapi ke arah mana. Terbukti, sangat mengherankan, ketika Anda ingin bergerak ke depan dengan halus tetapi mendapati pengemudi di belakang Anda makin mendekat dan melongok ke jendela Anda untuk menyatakan pandangan akan kelakuan Anda dengan mengomel.

Rangkaian di sini juga menggembirakan bila Anda menjalankan mobil dengan gigi mundur.

Ketika pengapian dihidupkan tegangan baterai mobil diberikan ke rangkaian dan osilator sekitar N2 akan mulai bergetar. Ini diberikan ke salah satu dari masukan N3. Apabila mobil dalam gigi mundur, masukan kedua N3 diambil tinggi melalui R7 dan menyebabkan buzzer bersuara.

Secara serentak pena 12 dari CD 4060 diambil tinggi dan chip direset. IC ini merupakan pencacah biner 14 tingkat serta osilator yang frekuensinya bisa diatur dari komponen luar (C2, R3 dan R4). Setelah beberapa lama (sekitar enam detik) keluaran Q13 (pena 3) IC1 menjadi tinggi dan menghentikan osilator N2 dengan mengambil masukannya rendah  (pena 5) melalui N1. Ini, tentu saja menghentikan buzzer dan menjamin tidak bersuara setiap kali mobil pada gigi mundur, karena akan sangat mengganggu.

Selain menggunakan buzzer, bisa juga dipakai rangkaian kecil yang diperlihatkan dalam gambar 2, terdiri sebuah pengeras suara yang digerakkan dari sepasang Darlington. Transistor T1 dan T2 dapat pula diganti dengan sebuah Darlington kemasan tunggal seperti BC 516.

Bookmark

Related Posts

  • No Related Posts

Comments are closed.

  •