Alat Bantu Penalaan Elektronik

By dbw On October 12, 2010 Under Elektronika Umum

Alat Bantu Penalaan Elektronik

Artikel ini akan menjadi daya tarik khusus bagi para pembaca yang menikmati musik, khususnya pemusik. Menala segala instrument secara cepat dan efisien sering kali menjadi masalah; paling tidak, menyita banyak tenaga. Artikel ini memberikan metoda yang cepat dan murah. Penggunaan teknologi digit menjamin kesederhanaan yang tidak didapat dengan mengorbankan kecermatannya. Rangkaiannya sendiri sangat mudah dimodifikasi Untuk tujuan-tujuan tertentu.

Alat Bantu penalaan ini akan memberikan apa yang dicari oleh banyak pemusik. Ada dua masalah utama yang bersangkutan dengan pembangkit-pembangkit nada yaitu tentang garpu tala. Pertama adalah kemantapan. Jelas bahwa instrument yang ditala hanya dapat secermat sumber penalanya dan oleh karena itu rangkaian ini harus menghasilkan F# dalam sebulan sama dengan hari ini.

Kesulitan kedua bertambah bila sumber penala memberikan sejumlah nada. Tentu saja hubungan di antaranya harus ditetapkan dan harus tetap mantap. Melihat pada diagram rangkaian di dalam gambar 1 akan menunjukkan bahwa jumlah komponen tak dapat di kurangi lagi. Semua nada yang tersedia di peroleh dari osilator induk. Ini dibentuk oleh dua gerbang N1 dan N2 dan dikontrol kristal agar didapat kecermatan yang bagus. Ini secara efektif menjaga kemantapan serta masalah-masalah kecermatan untuk waktu yang lama. Penggunaan kristal membuat hanyutan mutlak minimal. Frekuensi osilator dapat disetel oleh kondensator variabel C1.

Frekuensi osilator diumpankan ke pena 1 dari pembangkit nada induk IC1. Ini memungkinkan untuk memberikan seperangkat nada lengkap duabelas nada satu oktaf tanpa membutuhkan komponen di luar.

Sebuah kristal 1 MHz memberikan frekuensi pada pena 16 setinggi 2092,0502 Hz.

Merupakan hal yang sederhana memilih salah satu dari keluaran dengan bantuan sakelar S1. Namun demikian kita tetap menyelesaikannya dengan salah satu nada dari satu oktaf. Ini mungkin sudah memenuhi banyak persyaratan namun akan sangat banyak bermanfaat untuk bisa memilih salah satu dari sejumlah oktaf.

Untungnya, hal ini bisa diatasi secara sangat sederhana. Pemindah sakelarĀ  S1 diumpan langsung ke masukan clock dari sebuah pecacah 7 tingkat IC2. Ketujuh keluaran dari IC ini memberi kita salah satu dari tujuh oktaf.

Yang lain dari rangkaian ini adalah gerbang-gerbang N3 dan N4 serta komponen-komponen di sekelilingnya. Kedua gerbang dihubungkan berjajar dan bertindak sebagai penyangga untuk keluaran. Potensiometer P1 digunakan untuk mengatur taraf keluaran.

Untuk kalibrasi yang tepat, dibutuhkan sebuah pencacah frekuensi. Dihubungkan ke keluaran N2 dan C1 diatur agar pembacaan 1.00012 MHz. Walaupun memang dimaksudkan sebagai alat-bantu penala, rangkaian ini banyak penggunaan lainnya. Untuk maksud tertentu, salah satu atau beberapa nada tertentu dapat disambung dengan kawat, misalnya : gitaris membutuhkan E, A, D, G, B dan E. Sebuah sakelar enam saluran dengan tap pada keluaran yang benar akan memberikannya dengan sangat mudah.

Bookmark

Related Posts

  • No Related Posts

Comments are closed.

  •