Alat Uji Reaksi

By dbw On October 14, 2010 Under Elektronika Umum

Alat Uji Reaksi

Alat uji reaksi tidak hanya dapat menimbulkan kegembiraan untuk semua umur, namun juga dapat dipergunakan untuk pemakaian yang serius (katakanlah: menguji reaksi pengemudi atau refleksi yang dipunyai seorang atlit).

Perangkat ini mudah pengoperasiannya : segera sesudah tombol start ditekan, akan ada penundaan waktu hingga LED menyala. Perlombaannya adalah menekan tombol secepat mungkin. Waktu terlewat (antara LED menyala dan penekanan tombol) diukur, dan ditampilkan sebagai waktu reaksi dalam milidetik dengan penampil 4 digit.

Ini juga memungkinkan dua orang untuk membandingkan waktu reaksi mereka. Dalam moda ini, setiap orang menekan tombol mereka ketika LED menyala. Perbedaan waktu penekanan tombol ditunjukkan pada penampil. Dua buah LED menunjukkan peserta yang terlebih dahulu menekan tombol. Karena hanya sebuah LED yang dapat menyala pada satu saat yang sama, maka permainan rumah ini dapat seperti pada televisi: yang menekan tombol terlebih dahulu boleh menjawab dan memperoleh nilai.

Rangkaian alat uji reaksi ini terdiri dari IC yang sudah terkenal. IC4, pewaktu (timer), dipergunakan sebagai multivibrator astabil dengan periode yang dapat diatur dari 2 hingga 15 detik oleh potensiometer P2. Ini memberikan variasi waktu tunda antara penekanan tombol star dan menyalanya LED. Monostable disulut oleh tombol star S4. Gerbang N1…N4 dari dua RS bistable masukan-masukan set disambungkan dengan tombol reaksi kedua pemain, yaitu S1 dan S2: masukan hapus (reset) disambungkan dengan tombol star (S4). Isyarat keluaran dari IC4 menyebabkan transistor T5 menyala dan menjalankan D3, yaitu LED reaksi. Ketika S4 ditekan multivibrator monostabil mulai bekerja dan bistabil dihapus. Keluaran N1 dan N3 adalah pada logika 0. Dan IC5 (penghitung dan pengemudi penampil) dihapus lewat N7 sehingga penampil menunjukkan 000,0. Selama waktu penundaan monostabil, keluaran IC4 (pena 3) pada logika 1 sehingga D3 tetap gelap, dan logika 1 ada pula di S1 dan S2. Oleh karena itu penekanan S1 dan/atau S2 selama  penundaan ini  tidak ada

pengaruhnya. Pada akhir perioda ini keluaran  IC4 menuju logika 0, menyebabkan D3 menyala dan saklar S1 serta S2 dimampuskan (enabled). Sekarang rangkaian siap untuk reaksi-reaksi para pemain.

Output (keluaran) N1 dan N2 disambungkan dengan masukan XOR gerbang N9. Ini mengatur sebuah astabil yangbterdiri dari N8 dan N10, yang selanjutnya memberikan pulsa-pulsa segiempat bagi masukan clock IC5. Selama waktu penundaan monostabil, keluaran N1 dan N3 ada pada logika 0, sehingga pembangkit gelombang kotak tidak dapat lewat N9. Sekarang begitu seorang pemain menekan tombolnya, dan sesuai dengan togel bistable, output N9 menuju logika 1 dan pembangkit pulsa dimampukan. Jumlah pulsa yang dibangkitkan antara penekanan S1 dan S2 didaftar oleh IC5, ditentukan nilainya, dan ditunjukkan pada penampil (display). Karena frekuensi pembangkit pulsa disetel untuk 10 kHz reaksi dapat dibaca dari beberapa milidetik hingga paling tinggi 999.9 milidetik.

N5, N6, T6, T7, D1, D2, dan R5 menentukan dari kedua pemain siapa yang lebih dulu menekan tombolnya. D1 akan menyala jika S1 ditekan lebih dulu, dan D2 menyala jika S2 ditekan terlebih dahulu. N5 dan N6 membentuk sebuah rangkaian penguncian, untuk menjamin bahwa hanya satu dari dua LED yang dapat menyala pada satu saat.

IC5 berisi sebuah penghitung dan sebuah pengatur penampil lengkap dengan pendorong-pendorong dan multiplekser untuk penampil 4 digit. Arus untuk bagian penampil dibatasi oleh resistor R9…R15. Rangkaian yang telah disebutkan adalah untuk penguji beda waktu reaksi. Ia dapat dengan mudah diubah menjadi penguji reaksi seseorang dengan menambahkan sebuah saklar tunggal. Saklar ini (S3) dihubungkan paralel dengan S2 saat ditutup,multivibrator segera dijalankan sesudah D3 menyala. Jika S1 ditekan, selang waktu antara LED menyala dan penekanan tombol akan muncul pada penampil (display).

Catu daya untuk rangkaian harus mampu memberikan arus paling sedikit 450 mA pada tegangan 5V. Perkawatan tidak kritis. Akan tetapi kapasitor C4 harus sedekat mungkin ke pena 8 dari IC4, dan C5 harus sedekat mungkin ke pena 8 dari IC4, dan C5 harus sedekat mungkin ke pena 16 dari IC5.

Sebuah penghitung frekuensi dibutuhkan untuk kalibrasi yang teliti bagi astable multivibrator. Atur P1 sehingga frekuensi tepat 1000 Hz. Bila tidak tersedia penghitung frekuensi, P1 dapat tetap dipasang pada titik tengah. Dalam hal ini, waktu yang ditampilkan tidak tepat benar, tetapi dalam banyak pemakaian ini tidak begitu penting. Catu daya terdiri dari Transformator dengan penyearah jembatan, kapasitor penghalus dan IC regulator 5V (dengan pendingin).

Panel depan rumah-rumahan berisi D1 dan D2, sedang di bawahnya saklar S1 dan S2. LED start D3 harus diletakkan di antara dua tombol sehingga dapat diketahui oleh kedua pemain. Tombol star(S4), potensiometer P2 (Pengatur waktu tunda), dan saklar moda (S3) harus diletakkan pada panel depan.

Bookmark

Related Posts

  • No Related Posts

Comments are closed.

  •