<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>halo108 Informasi and Review</title>
	<atom:link href="http://halo108.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://halo108.com</link>
	<description>Information and Review</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2012 09:03:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Power Supply 0 V Sampai 60 V</title>
		<link>http://halo108.com/power-supply-0-v-sampai-60-v</link>
		<comments>http://halo108.com/power-supply-0-v-sampai-60-v#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 10:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/catu-daya-0-sampai-60-volt.jpg"><img class="size-medium wp-image-124 alignleft" title="catu-daya 0 sampai 60 volt" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/catu-daya-0-sampai-60-volt-300x220.jpg" alt="" width="300" height="220" /></a></p>
<p>Hal yang baru dari rancangan ini ialah keluaran yang bervariasi dari 0 volt ke atas tanpa menggunakan Transformator yang mempunyai dua kumparan pada sisi sekundernya. Kedua rangkaian ini dapat dibuat dengan menggunakan IC yang telah kita kenal yaitu type 723 atau untuk tegangan yang lebih besar digunakan IC L 146, yang meskipun tidak terkenal tetapi mudah mendapatkannya. Pembatasan arus keluaran juga bervariasi, tetapi sekali ia diatur (diset) maka seterusnya tetap efektif. Tabel 1 menunjukkan semua komponen yang dibutuhkan untuk tiap versi yang berbeda (30, 40 dan 60 volt tegangan keluaran maksimum).</p>
<p>Tabel 1</p>
<p><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/catu-daya-0-sampai-60-volt-tabel.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-127" title="catu-daya 0 sampai 60 volt tabel" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/catu-daya-0-sampai-60-volt-tabel-300x54.jpg" alt="" width="455" height="81" /></a></p>
<p>Pada gambar ditunjukkan diagram rangkaian untuk versi 40 volt ; 0.8 A. IC L 146 ini harus digunakan karena ia dapat menangani tegangan keluaran yang lebih besar disbanding IC 723. Bisa dikatakan bahwa penagturan tegangan minimum yang dapat diberikan IC adlah 2 volt tetapi jaringan R<sub>3</sub>, R<sub>4</sub> dan R<sub>5</sub> dapat mengatasi pembatasan ini, sehingga tegangan keluaran diturunkan sampai 0 volt (dengan mangatur P<sub>2</sub>). Resistor-resistor tersebut menjamin tegangan yang mencukupi muncul pada pena 4 dan pena 5 dari IC regulator (menjaganya supaya mantap), bahkan bila diperlukan tegangan lebih rendah, dari pada masukan yang diizinkannya.</p>
<p>Segi lain dari rancangan ini adalah cara pengemudian T<sub>3</sub> yang tidak biasa. Pada saat tegangan keluaran yang dibutuhkan berada di bawah minimum yang diizinkan dari regulator, potensial pada pena 4 di bawah potensial yang terdapat pada pena 5. Akibat kejadian ini, IC mencoba mengimbangi hal ini dengan mencoba menaikkan tegangan keluaran pena 9. Tetapi ini tidak bisa karena pena 9 dihubungkan dengan bumi melalui R<sub>7</sub> dan D<sub>2</sub>, yang mana ia berfungsi membatasi kenaikkan tegangannya. Meskipun tegangan itu tidak dapat dinaikkan, tetapi arusnya dapat, sehingga R<sub>7</sub> juga digunakan untuk membatasi arus ini pada 6 mA. Arus mengalir (masuk pada pena 11 keluar pada pena 9) menyebabkan tegangan jatuh pada P<sub>1</sub>. Hal ini kemudian mengemudi T<sub>3</sub> untuk membuka (lewat T<sub>2</sub>), karena itu ia menaikkan tegangannya. Bila wiper P<sub>1</sub> dihubungkan pada T<sub>1</sub>, ia dapat digunakan untuk mengatur pembatasan arus.</p>
<p>Bila tegangan jatuh pada R<sub>1</sub> melebihi 0.6 volt maka P1<sub> </sub>dihubung singkat (short circuit) oleh R<sub>1</sub> dan T<sub>3</sub> tersumbat (cut off). Selama operasi normal (tanpa pembatasan arus) tegangan jatuh pada P<sub>1</sub> tetap 1.2 volt, membentuk tegangan maju D<sub>1</sub> dan <em>U</em><sub>be</sub> pada T<sub>2</sub>.</p>
<p>Sebagian dari tegangan ini dapat digunakan untuk mengemudikan T<sub>1</sub> sebelum tercapai tegangan 0.6 volt pada R<sub>1</sub>. Hal ini dapat terjadi karena tegangan basis dari T<sub>1</sub> tersusun dari tegangan jatuh pada T<sub>1</sub> dan tegangan pada penggeser P<sub>1</sub>. Pada bagian lain telah dikemukakan bahwa arus keluaran dari rangkaian ini dapat diatur dari 0 sampai maksimum. Ingatlah bahwa IC 723 hanya dapat menangani tegangan, maksimum 36 volt dan bila menggunakan IC L146 pakailah Transformator yang mempunyai tegangan sekunder lebih dari 24 volt karena L 146 mampu menangani tegangan sampai 80 volt, atau bisa saja menggunakan sebuah Transformator yang mempunyai tegangan sekunder 48 volt.Anda yang menentukan versi mana yanga sesuai dengan kebutuhan dan di samping itu Anda harus memilih komponen yang sesuai pula dengan versi rangkaian tersebut. Pada table 1 ditunjukkan nilai komponen yang dibutuhkan untuk membuat tiga versi yang berbeda itu.</p>
<p>Perlu diperhatikan juga bahwa transistor 2N3055 hanya mampu digunakan sampai tegangan 60 volt. Oleh karena itu bila menggunakan tegangan sampai 80 volt pakailah transistor jenis 4011 atau 2N3442, dan perlu diingat pula bahwa kita harus membatasi arus keluaran seperlunya. Hal ini untuk menjaga disipasi daya pada T<sub>3</sub> di bawah 40 watt.</p>
<p>Arus keluaran maksimum versi 40 volt adalah 0.8 ampere. Tetapi bisa juga arus keluaran itu dilipat-duakan dengan menghubungkan dua buah transistor type 2N3055 secara jajar (paralel) dengan resistor emitornya. Arus yang dihasilkan oleh hubungan ini adalah 2 kali 0.8 A, tetapi diperlukan Transformator 2 ampere.</p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/power-supply-0-v-sampai-60-v/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alarm Mundur</title>
		<link>http://halo108.com/alarm-mundur</link>
		<comments>http://halo108.com/alarm-mundur#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 10:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_120" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/alarm-mundur.jpg"><img class="size-medium wp-image-120" title="alarm-mundur" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/alarm-mundur-300x143.jpg" alt="" width="300" height="143" /></a><p class="wp-caption-text">Alarm Mundur</p></div>
<p>Hampir setiap pembuat mobil baru di dunia dewasa ini melengkapi buatannya dengan lampu-lampu mundur. Gagasan bagus! Tidak hanya menolong Anda melihat kemana akan mundur dalam kegelapan, tetapi juga membuat Anda jelas terlihat oleh siapa saja di belakang Anda. Di beberapa Negara Asia malahan membuat peraturan untuk setiap kendaraan memiliki penunjuk mundur bersuara. Satu masalah dari gagasan ini adalah bahwa pengemudi mobil, tidak langsung dapat mengambil manfaatnya.</p>
<p>Sudah menjadi kodrat manusia, tak dapat disangkal lagi kita seringkali lupa atau mengabaikan peringatan yang diberikan pada kita, ketika kita mempelajari keterampilan baru. Hal ini lebih nyata lagi dalam mengemudikan mobil. Kita sering kali cenderung melakukan apa yang lazim daripada yang benar.</p>
<p>Yang kecil saja, tapi mendasar, adalah kesalahan menjalankan mobil dengan pedal kopling ditekan. Maka anda tinggal melepaskan pedal tersebut dan pergi … tetapi ke arah mana. Terbukti, sangat mengherankan, ketika Anda ingin bergerak ke depan dengan halus tetapi mendapati pengemudi di belakang Anda makin mendekat dan melongok ke jendela Anda untuk menyatakan pandangan akan kelakuan Anda dengan mengomel.</p>
<p>Rangkaian di sini juga menggembirakan bila Anda menjalankan mobil dengan gigi mundur.</p>
<p>Ketika pengapian dihidupkan tegangan baterai mobil diberikan ke rangkaian dan osilator sekitar N<sub>2</sub> akan mulai bergetar. Ini diberikan ke salah satu dari masukan N<sub>3</sub>. Apabila mobil dalam gigi mundur, masukan kedua N<sub>3 </sub>diambil tinggi melalui R<sub>7 </sub>dan menyebabkan buzzer bersuara.</p>
<p>Secara serentak pena 12 dari CD 4060 diambil tinggi dan chip direset. IC ini merupakan pencacah biner 14 tingkat serta osilator yang frekuensinya bisa diatur dari komponen luar (C<sub>2</sub>, R<sub>3</sub> dan R<sub>4</sub>). Setelah beberapa lama (sekitar enam detik) keluaran Q<sub>13</sub> (pena 3) IC<sub>1</sub> menjadi tinggi dan menghentikan osilator N<sub>2 </sub>dengan mengambil masukannya rendah  (pena 5) melalui N<sub>1</sub>. Ini, tentu saja menghentikan buzzer dan menjamin tidak bersuara setiap kali mobil pada gigi mundur, karena akan sangat mengganggu.</p>
<p>Selain menggunakan buzzer, bisa juga dipakai rangkaian kecil yang diperlihatkan dalam gambar 2, terdiri sebuah pengeras suara yang digerakkan dari sepasang Darlington. Transistor T<sub>1</sub> dan T<sub>2</sub> dapat pula diganti dengan sebuah Darlington kemasan tunggal seperti BC 516.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/alarm-mundur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antar Muka Bio-Elektronik</title>
		<link>http://halo108.com/antar-muka-bio-elektronik</link>
		<comments>http://halo108.com/antar-muka-bio-elektronik#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 10:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_116" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/antar-muka-bio-electronik.jpg"><img class="size-medium wp-image-116" title="antar-muka-bio-electronik" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/antar-muka-bio-electronik-300x179.jpg" alt="" width="300" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">Antar Muka Bio-Elektronik</p></div>
<p>ECG, EMG dan EEG merupakan ungkapan yang umum dalam bio-elektronika, tetapi mungkin ia akan menjadi daya tarik untuk umumnya penggemar elektronika . Singkatan-singkatan tersebut adalah kepanjangan dari ECG = electrocardiogram, EMG = electromyogram, EEG = electroencephalogram. Semua itu berhubungan dengan pengukuran dan peragaan tegangan listrik yang dihasilkan oleh : jantung (ECG), otot (EMG) dan otak (EEG).Sinyal terkuat dihasilkan oleh jantung dan terlemah dihasilkan oleh otak.</p>
<p>Banyak penggemar mikroprosesor telah memikirkan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pengujian fisik dengan komputer mereka. Sayang sekali, belum ada interface yang cocok, yang bermanfaat … sampai sekarang.</p>
<p>Rangkaian ini dapat memecahkan masalah tersebut. Tiga lempeng tembaga digunakan sebagai elektroda dan harus dihubungkan ke penguat diferensial dengan menggunakan kabel terlindung untuk membentuk masukan bagi rangkaian. Rangkaian yang terdiri dari A1 … A3 ini juga dapat dianggap sebagai penguat instrumentasi: sebuah penguat diferensial, dengan op-amp dan dua masukan berimpedansi tinggi. Keluaran dari tahap ini disaring oleh tapis lulus bawah aktif A<sub>4</sub> sebelum diumpankan ke dioda pemancar dalam opto-kopler.</p>
<p>Dianjurkan untuk menggunakan catu daya dari dua buah baterai 4.5 volt bagi IC<sub>1</sub>, hal ini dimaksudkan untuk menjamin terisolasinya rangkaian pengukur dari catu daya sistem mikroprosesor. Kami tegaskan sekali lagi janganlah menggunakan catu daya dari jala-jala untuk rangkaian ini, karena alasan keamanan.</p>
<p>Transistor penerima dalam opto-kopler menghantarkan sinyal ke IC<sub>2</sub>, yang diubah menjadi sebuah sinyal termodulasi lebar denyut. Faktor pembebanan dari sinyal keluaran (pada masukan penguat diferensial yang dihubung pendek) diset/diatur pada 50% oleh P<sub>2</sub>. Frekuensi sinyal keluaran dapat dipilih dengan P<sub>3</sub>. Faktor penguatan (amplification ) dari sinyal masukan dapat diset dengan menggunakan P<sub>1 </sub>serta pengembangan perangkat lunak (software) selanjutnya diserahkan kepada Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/antar-muka-bio-elektronik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2X EPROM 2716 = EPROM 2732</title>
		<link>http://halo108.com/2x-eprom-2716-eprom-2732</link>
		<comments>http://halo108.com/2x-eprom-2716-eprom-2732#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 09:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_111" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/2x27162732.jpg"><img class="size-medium wp-image-111" title="2x2716=2732" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/2x27162732-300x220.jpg" alt="" width="300" height="220" /></a><p class="wp-caption-text">2xEPROM 2716= EPROM 2732</p></div>
<p>Hampir setiap orang yang membangun mikrokomputer, cepat atau lambat akan melihat bahwa dia bisa menyediakan komponen yang seringkali dipergunakan. Kasus tentang ini adalah EPROM 2716: sangat umum dipergunakan, sehingga bijaksanalah memilikinya sepasang. Dibalik kenyataan bahwa 2716 begitu umum, EPROM dengan kapasitas dua kalinya (2732 = 4096 x 8 bit) juga amat terkenal. Tentu saja, ini tidak berarti setiap orang harus membuang semua 2716 miliknya. Bertentangan dengan itu, kenyataannya, kami  kira  akan menarik  memiliki  memori</p>
<p>4 K yang terdiri sepasang 2716.</p>
<p>Semua saluran untuk 2732 dipergunakan langsung oleh dua buah 2716, kecuali A11, CS dan V<sub>pp</sub>. Setiap pena pada 2716 sudah umum untuk kedua IC, tentu saja dengan kekecualian CS. Isyarat yang didapat untuk pena ini diambil dari keluaran-keluaran 74LS00. Salah satu EPROM [di sini adalah 2716 (1)] dialamati untuk blok 2 K pertama dari 2732, dan A11 akan berlogika rendah. 2716 kedua dibolehkan apabila blok 2 K kedua tergapai <em>(access). </em>A11 akan berlogika tinggi.</p>
<p>Ingatlah untuk memberikan taraf logika yang sesuai untuk pena OE dan V<sub>pp</sub>: pena 21 harus dihubungkan ke +5 V dan pena 20 ke bumi.</p>
<p>Metoda pembuatan dan pemasangan rangkaian ini harus dilakukan secara hati-hati agar sesedikit mungkin gangguan pada papan rangkaian tercetak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/2x-eprom-2716-eprom-2732/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antar Muka Tombol Tekan</title>
		<link>http://halo108.com/antar-muka-tombol-tekan</link>
		<comments>http://halo108.com/antar-muka-tombol-tekan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 09:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_106" class="wp-caption aligncenter" style="width: 254px"><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/antar-muka-tombol-tekan.jpg"><img class="size-medium wp-image-106" title="antar-muka-tombol-tekan" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/antar-muka-tombol-tekan-244x300.jpg" alt="" width="244" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Antar Muka Tombol Tekan</p></div>
<p>Rangkaian di sini meningkatkan daya guna dari sakelar tekan sambung (<em>push to</em> <em>make)</em> dengan memungkinkannya digunakan sebagai <em>“one shot”</em> dengan pembersih tepi-tepi debounce, atau sebagai sebuah gerendel <em>push on/push off.</em></p>
<p>Fungsi-fungsi ini menghilangkan masalah yang timbul pada setiap sakelar, yakni desah elektronik. Resistor <em>R</em><sub>1</sub> serta Kondensator <em>C</em><sub>1</sub> menahan getaran <em>(debounce)</em> sakelar dan memberikan suatu tepi positif ke penyulut monostabil FF<sub>1</sub>. Ini menghasilkan denyut-denyut (berlawanan fasa) pada keluaran Q dan Q. Lebar denyut ditentukan oleh <em>R</em><sub>1</sub>, <em>R</em><sub>3</sub> dan <em>C</em><sub>2</sub>. denyut positif (Q) diumpankan ke gerbang OR,  yang terdiri atas <em>D</em><sub>2</sub>, <em>D</em><sub>3</sub> dan <em>R</em><sub>5</sub>. Tebing belakang denyut negative digunakan untuk menyulut bistabil FF<sub>2</sub>. Keadaan normal (atau mantap) FF<sub>1</sub> adalah pada keluaran Q rendah  dan keluaran Q tinggi. Apabila dalam kondisi ini sakelar tertutup sejenak kemudian terbuka, masukan J dan K akan rendah , bila tepi kuntit tiba. Dalam hal ini FF<sub>1</sub> mengabaikannya dan tetap reset.</p>
<p>Namun demikian, apabila sakelar ditahan tertutup sampai waktu monostabil keluar dan FF<sub>2</sub> terlonceng, maka masukan J akan tinggi, K rendah dan bistabil berubah keadaan. Sekarang Q dan keluaran (melalui gerbang OR)akan tinggi, dan konsekuensinya juga K. Apabila bistabil tersulut K tinggi dan J rendah, ia akan berubah ke keadaan reset. Menahan sakelar tertutup tidak mempengaruhi Kerja rangkaian, untuk J dan K tinggi FF<sub>2</sub> akan berubah keadaan pada kedatangan tepi pelonceng (clock).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/antar-muka-tombol-tekan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alat Uji Reaksi</title>
		<link>http://halo108.com/alat-uji-reaksi</link>
		<comments>http://halo108.com/alat-uji-reaksi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 09:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 307px"><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/alat-uji-reaksi.jpg"><img class="size-medium wp-image-101" title="alat-uji-reaksi" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/alat-uji-reaksi-297x300.jpg" alt="" width="297" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Alat Uji Reaksi</p></div>
<p>Alat uji reaksi tidak hanya dapat menimbulkan kegembiraan untuk semua umur, namun juga dapat dipergunakan untuk pemakaian yang serius (katakanlah: menguji reaksi pengemudi atau refleksi yang dipunyai seorang atlit).</p>
<p>Perangkat ini mudah pengoperasiannya : segera sesudah tombol start ditekan, akan ada penundaan waktu hingga LED menyala. Perlombaannya adalah menekan tombol secepat mungkin. Waktu terlewat (antara LED menyala dan penekanan tombol) diukur, dan ditampilkan sebagai waktu reaksi dalam milidetik dengan penampil 4 digit.</p>
<p>Ini juga memungkinkan dua orang untuk membandingkan waktu reaksi mereka. Dalam moda ini, setiap orang menekan tombol mereka ketika LED menyala. Perbedaan waktu penekanan tombol ditunjukkan pada penampil. Dua buah LED menunjukkan peserta yang terlebih dahulu menekan tombol. Karena hanya sebuah LED yang dapat menyala pada satu saat yang sama, maka permainan rumah ini dapat seperti pada televisi: yang menekan tombol terlebih dahulu boleh menjawab dan memperoleh nilai.</p>
<p>Rangkaian alat uji reaksi ini terdiri dari IC yang sudah terkenal. IC<sub>4</sub>, pewaktu <em>(timer)</em>, dipergunakan sebagai multivibrator astabil dengan periode yang dapat diatur dari 2 hingga 15 detik oleh potensiometer P<sub>2</sub>. Ini memberikan variasi waktu tunda antara penekanan tombol star dan menyalanya LED. Monostable disulut oleh tombol star S<sub>4</sub>. Gerbang N<sub>1</sub>…N<sub>4</sub> dari dua RS bistable masukan-masukan set disambungkan dengan tombol reaksi kedua pemain, yaitu S<sub>1</sub> dan S<sub>2</sub>: masukan hapus <em>(reset)</em> disambungkan dengan tombol star (S<sub>4</sub>). Isyarat keluaran dari IC<sub>4</sub> menyebabkan transistor T<sub>5</sub> menyala dan menjalankan D<sub>3</sub>, yaitu LED reaksi. Ketika S<sub>4</sub> ditekan multivibrator monostabil mulai bekerja dan bistabil dihapus. Keluaran N<sub>1</sub> dan N<sub>3</sub> adalah pada logika 0. Dan IC<sub>5</sub> (penghitung dan pengemudi penampil) dihapus lewat N<sub>7</sub> sehingga penampil menunjukkan 000,0. Selama waktu penundaan monostabil, keluaran IC<sub>4</sub> (pena 3) pada logika 1 sehingga D<sub>3</sub> tetap gelap, dan logika 1 ada pula di S<sub>1</sub> dan S<sub>2</sub>. Oleh karena itu penekanan S<sub>1</sub> dan/atau S<sub>2 </sub> selama  penundaan ini  tidak ada</p>
<p>pengaruhnya. Pada akhir perioda ini keluaran  IC<sub>4</sub> menuju logika 0, menyebabkan D<sub>3</sub> menyala dan saklar S<sub>1</sub> serta S<sub>2</sub> dimampuskan <em>(enabled). </em>Sekarang rangkaian siap untuk reaksi-reaksi para pemain.</p>
<p>Output (keluaran) N<sub>1</sub> dan N<sub>2</sub> disambungkan dengan masukan XOR gerbang N<sub>9</sub>. Ini mengatur sebuah astabil yangbterdiri dari N<sub>8</sub> dan N<sub>10</sub>, yang selanjutnya memberikan pulsa-pulsa segiempat bagi masukan clock IC<sub>5</sub>. Selama waktu penundaan monostabil, keluaran N<sub>1</sub> dan N<sub>3</sub> ada pada logika 0, sehingga pembangkit gelombang kotak tidak dapat lewat N<sub>9</sub>. Sekarang begitu seorang pemain menekan tombolnya, dan sesuai dengan togel bistable, output N<sub>9</sub> menuju logika 1 dan pembangkit pulsa dimampukan. Jumlah pulsa yang dibangkitkan antara penekanan S<sub>1</sub> dan S<sub>2</sub> didaftar oleh IC<sub>5</sub>, ditentukan nilainya, dan ditunjukkan pada penampil (display). Karena frekuensi pembangkit pulsa disetel untuk 10 kHz reaksi dapat dibaca dari beberapa milidetik hingga paling tinggi 999.9 milidetik.</p>
<p>N<sub>5</sub>, N<sub>6</sub>, T<sub>6</sub>, T<sub>7</sub>, D<sub>1</sub>, D<sub>2</sub>, dan R<sub>5</sub> menentukan dari kedua pemain siapa yang lebih dulu menekan tombolnya. D<sub>1</sub> akan menyala jika S<sub>1</sub> ditekan lebih dulu, dan D<sub>2</sub> menyala jika S<sub>2</sub> ditekan terlebih dahulu. N<sub>5 </sub>dan N<sub>6</sub> membentuk sebuah rangkaian penguncian, untuk menjamin bahwa hanya satu dari dua LED yang dapat menyala pada satu saat.</p>
<p>IC<sub>5</sub> berisi sebuah penghitung dan sebuah pengatur penampil lengkap dengan pendorong-pendorong dan multiplekser untuk penampil 4 digit. Arus untuk bagian penampil dibatasi oleh resistor R<sub>9</sub>…R<sub>15</sub>. Rangkaian yang telah disebutkan adalah untuk penguji beda waktu reaksi. Ia dapat dengan mudah diubah menjadi penguji reaksi seseorang dengan menambahkan sebuah saklar tunggal. Saklar ini (S<sub>3</sub>) dihubungkan paralel dengan S<sub>2</sub> saat ditutup,multivibrator segera dijalankan sesudah D<sub>3</sub> menyala. Jika S<sub>1</sub> ditekan, selang waktu antara LED menyala dan penekanan tombol akan muncul pada penampil (display).</p>
<p>Catu daya untuk rangkaian harus mampu memberikan arus paling sedikit 450 mA pada tegangan 5V. Perkawatan tidak kritis. Akan tetapi kapasitor C<sub>4</sub> harus sedekat mungkin ke pena 8 dari IC<sub>4</sub>, dan C<sub>5</sub> harus sedekat mungkin ke pena 8 dari IC<sub>4</sub>, dan C<sub>5</sub> harus sedekat mungkin ke pena 16 dari IC<sub>5</sub>.</p>
<p>Sebuah penghitung frekuensi dibutuhkan untuk kalibrasi yang teliti bagi astable multivibrator. Atur P<sub>1</sub> sehingga frekuensi tepat 1000 Hz. Bila tidak tersedia penghitung frekuensi, P<sub>1</sub> dapat tetap dipasang pada titik tengah. Dalam hal ini, waktu yang ditampilkan tidak tepat benar, tetapi dalam banyak pemakaian ini tidak begitu penting. Catu daya terdiri dari Transformator dengan penyearah jembatan, kapasitor penghalus dan IC regulator 5V (dengan pendingin).</p>
<p>Panel depan rumah-rumahan berisi D<sub>1</sub> dan D<sub>2</sub>, sedang di bawahnya saklar S<sub>1</sub> dan S<sub>2</sub>. LED start D<sub>3</sub> harus diletakkan di antara dua tombol sehingga dapat diketahui oleh kedua pemain. Tombol star(S<sub>4</sub>), potensiometer P<sub>2</sub> (Pengatur waktu tunda), dan saklar moda (S<sub>3</sub>) harus diletakkan pada panel depan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/alat-uji-reaksi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Automatic Frequency Control Serba Guna</title>
		<link>http://halo108.com/afc-serba-guna</link>
		<comments>http://halo108.com/afc-serba-guna#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 09:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_94" class="wp-caption aligncenter" style="width: 307px"><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/AFC-serbaguna.jpg"><img class="size-medium wp-image-94" title="AFC-serbaguna" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/AFC-serbaguna-297x300.jpg" alt="" width="297" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Automatic Frequency Control</p></div>
<p>Rangkaian AFC (Automatic Frequency Control, pengatur frekuensi otomatis) ini cocok untuk frekuensi sampai 100 MHz, yang digunakan untuk pembangkit frekuensi, pembangkit bentuk gelombang dan untuk segala jenis pesawat penerima . Sinyal-sinyal yang akan dikontrol pertama diperkuat oleh dua tingkat transistor, T<sub>1 dan </sub>T<sub>2, </sub>kemudian diumpankan ke masukan D dwimantap/bistable, FF<sub>1. </sub>Masukan lonceng (clock) dari multivibrator ini dihubungkan ke Q8, pena  13 IC<sub>1</sub>. IC ini merupakan pencacah 14 tahap dari sebuah osilator yang dikontrol oleh sebuah kristal. Frekuensi keluaran dari osilator ini sebesar 32768 kHz sehingga akan didapatkan gelombang persegi 64 Hz pada keluaran Q<sub>8</sub> (pena 13). Ini digunakan sebagai clock untuk FF<sub>1 </sub>sehingga sinyal masukan di cuplik 64 kali per detik. Bistabil FF<sub>2 </sub>diumpani dari keluaran Q<sub>9</sub> (pena 15) IC<sub>1</sub> untuk memberikan keluaran 16 Hz pada keluaran Q. Tepi belakang dari sinyal cuplikan dan tepi sinyal 16 Hz yang mendahului tersebut dijumlahkan/dicampur oleh <em>C</em><sub>4</sub>,<strong>C</strong><sub>5</sub>, D<sub>1</sub>, <em>R</em><sub>7</sub> dan <em>R</em><sub>8</sub> dan diberikan ke masukan membalik op-amp IC<sub>3</sub>. Masukan tak membalik dari IC ini (berikut pertemuan D<sub>2</sub>) ditetapkan pada setengah tegangan sumber melalui resistor <em>R</em><sub>9</sub>, <em>R</em><sub>10 </sub>dan Kondensator C<sub>6</sub>. IC<sub>3 </sub>memadukan perbedaan antara keluaran FF<sub>1</sub> dan FF<sub>2</sub>, dan sinyal keluarannya diambil setelah melalui tapis lulus bawah (low pass filter, <em>R</em><sub>12</sub>, <em>C</em><sub>9</sub>) dan bisa digunakan untuk penalaan halus dari frekuensi osilator (misalnya dengan menggunakan varicap).</p>
<p>Dengan menggunakn frekuensi cuplikan dan frekuensi acuan maka penalaan yang halus dapat berubah dengan jangkah ± 16 Hz dan pemisahan antara dua jangkah selalu 64 Hz. AFC ini mengatur frekuensi osilator karena frekuensinya selalu mendekati kelipatan 64 Hz. Sekali osilator ini diatur, maka kemantapan frekuensinya lebih baik dari 1 Hz.</p>
<p>Sebuah indicator/penunjuk yang dibentuk oleh T<sub>3</sub>…T<sub>8 </sub>yang juga dihubungkan dengan keluaran dari IC<sub>3</sub>. T<sub>3</sub> dan T<sub>4</sub> dirangkai sebagai suatu sumber arus serta D<sub>3</sub> memberikan tegangan acuan. Keluaran dari sumber arus ini digunakan untuk dua buah rangkaian pembanding, T<sub>5</sub>/T<sub>6</sub> dan T<sub>7</sub>/T<sub>8</sub> yang masing-masing dihubungkan dengan sebuah dioda. Tegangan keluaran dari IC<sub>3</sub> dibandingkan dengan setengah tegangan sumber (yang dihubungkan ke T<sub>6</sub> dan T<sub>8</sub>) oleh T<sub>5</sub> dan T<sub>7</sub>. Jika tegangan keluaran dari IC ini lebih rendah dari setengah tegangan sumber (ini terjadi saat frekuensi osilator terlalu tinggi) maka bagian LED D<sub>4</sub> yang berwarna merah dan bagian LED D<sub>5</sub> yang berwarna hijau akan menyala; serta bila frekuensi osilator terlalu rendah maka bagian LED D<sub>4</sub> berwarna hijau dan bagian LED D<sub>5 </sub>yang berwarna merah akan menyala. Pada saat tegangan keluaran dari IC<sub>3</sub> tepat sama dengan setengah tegangan sumber, berarti frekuensi dari osilator ini tepat, dan ini menyebabkan kedua LED itu menyala dengan mengeluarkan warna jingga/kuning, dan bial kedua LED itu mengeluarkan cahaya yang sama maka AFC ini tepat pada tengahnya. Cara penalaan yang di tunjukkan dengan menggunakan LED adalah cara yang paling akurat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/afc-serba-guna/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alat Bantu Penalaan Elektronik</title>
		<link>http://halo108.com/alat-bantu-penalaan-elektronik</link>
		<comments>http://halo108.com/alat-bantu-penalaan-elektronik#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 10:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_83" class="wp-caption aligncenter" style="width: 253px"><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/Alat-bantu-penalaan-elec.jpg"><img class="size-medium wp-image-83" title="Alat-bantu-penalaan-elec" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/Alat-bantu-penalaan-elec-243x300.jpg" alt="" width="243" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Alat Bantu Penalaan Elektronik</p></div>
<p>Artikel ini akan menjadi daya tarik khusus bagi para pembaca yang menikmati musik, khususnya pemusik. Menala segala instrument secara cepat dan efisien sering kali menjadi masalah; paling tidak, menyita banyak tenaga. Artikel ini memberikan metoda yang cepat dan murah. Penggunaan teknologi digit menjamin kesederhanaan yang tidak didapat dengan mengorbankan kecermatannya. Rangkaiannya sendiri sangat mudah dimodifikasi Untuk tujuan-tujuan tertentu.</p>
<p>Alat Bantu penalaan ini akan memberikan apa yang dicari oleh banyak pemusik. Ada dua masalah utama yang bersangkutan dengan pembangkit-pembangkit nada yaitu tentang garpu tala. Pertama adalah kemantapan. Jelas bahwa instrument yang ditala hanya dapat secermat sumber penalanya dan oleh karena itu rangkaian ini harus menghasilkan F# dalam sebulan sama dengan hari ini.</p>
<p>Kesulitan kedua bertambah bila sumber penala memberikan sejumlah nada. Tentu saja hubungan di antaranya harus ditetapkan dan harus tetap mantap. Melihat pada diagram rangkaian di dalam gambar 1 akan menunjukkan bahwa jumlah komponen tak dapat di kurangi lagi. Semua nada yang tersedia di peroleh dari osilator induk. Ini dibentuk oleh dua gerbang N<sub>1</sub> dan N<sub>2</sub> dan dikontrol kristal agar didapat kecermatan yang bagus. Ini secara efektif menjaga kemantapan serta masalah-masalah kecermatan untuk waktu yang lama. Penggunaan kristal membuat hanyutan mutlak minimal. Frekuensi osilator dapat disetel oleh kondensator variabel <em>C</em><sub>1</sub>.</p>
<p>Frekuensi osilator diumpankan ke pena 1 dari pembangkit nada induk IC<sub>1</sub>. Ini memungkinkan untuk memberikan seperangkat nada lengkap duabelas nada satu oktaf tanpa membutuhkan komponen di luar.</p>
<p>Sebuah kristal 1 MHz memberikan frekuensi pada pena 16 setinggi 2092,0502 Hz.</p>
<p>Merupakan hal yang sederhana memilih salah satu dari keluaran dengan bantuan sakelar S<sub>1</sub>. Namun demikian kita tetap menyelesaikannya dengan salah satu nada dari satu oktaf. Ini mungkin sudah memenuhi banyak persyaratan namun akan sangat banyak bermanfaat untuk bisa memilih salah satu dari sejumlah oktaf.</p>
<p>Untungnya, hal ini bisa diatasi secara sangat sederhana. Pemindah sakelar  S<sub>1</sub> diumpan langsung ke masukan clock dari sebuah pecacah 7 tingkat IC<sub>2</sub>. Ketujuh keluaran dari IC ini memberi kita salah satu dari tujuh oktaf.</p>
<p>Yang lain dari rangkaian ini adalah gerbang-gerbang N<sub>3</sub> dan N<sub>4</sub> serta komponen-komponen di sekelilingnya. Kedua gerbang dihubungkan berjajar dan bertindak sebagai penyangga untuk keluaran. Potensiometer P<sub>1</sub> digunakan untuk mengatur taraf keluaran.</p>
<p>Untuk kalibrasi yang tepat, dibutuhkan sebuah pencacah frekuensi. Dihubungkan ke keluaran <em>N</em><sub>2 </sub>dan <em>C</em><sub>1</sub> diatur agar pembacaan 1.00012 MHz. Walaupun memang dimaksudkan sebagai alat-bantu penala, rangkaian ini banyak penggunaan lainnya. Untuk maksud tertentu, salah satu atau beberapa nada tertentu dapat disambung dengan kawat, misalnya : gitaris membutuhkan E, A, D, G, B dan E. Sebuah sakelar enam saluran dengan tap pada keluaran yang benar akan memberikannya dengan sangat mudah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/alat-bantu-penalaan-elektronik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alat Uji Battery Ekonomis</title>
		<link>http://halo108.com/alat-uji-battery-ekonomis</link>
		<comments>http://halo108.com/alat-uji-battery-ekonomis#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 10:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halo108.com/alat-uji-battery-ekonomis</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_77" class="wp-caption aligncenter" style="width: 170px"><strong><strong><a href="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/alat-uji-batt.jpg"><img class="size-full wp-image-77" title="alat-uji-batt" src="http://halo108.com/wp-content/uploads/2010/10/alat-uji-batt.jpg" alt="" width="160" height="191" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Rangkaian Test Battery Ekonomis</p></div>
<p><strong>Alat Uji Battery </strong>digunakan untuk memperoleh jawaban sehubungan dengan kondisi baterai. Jelas bahwa rangkaian uji ini tidak boleh menjadi beban tambahan selama pengukuran. Alatuji baterai khusus ini memakai energi yang besarnya boleh diabaikan. Satu kilatan tunggal LED menunjukkan bahwa taraf tegangan baterai di dalam radio tentengan, perekam kaset dan lain-lain masih cukup memadai. Kilatan ini dihasilkan akibat kondensator C<sub>1</sub> membuang muatan melalui LED D<sub>1</sub>. Ini hanya mungkin bila baterai mencatu tegangan yang cukup.</p>
<p>Melepas sakelar S<sub>1</sub> akan menyebabkan transistor T<sub>1</sub> menghantar sehingga <em>C</em><sub>1</sub> bisa membuang muatan ke LED melalui resistor pembatas arus <em>R</em><sub>3</sub>. Tegangan baterai minimum yang diperlukan ditentukan dari pembagi tegangan <em>R</em><sub>1</sub>/<em>R</em><sub>2</sub>. Harga <em>R</em><sub>2</sub> dan <em>R</em><sub>3</sub> dihitung sebagai berikut :</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>R</em><sub>2</sub> =  [6 x 104/<em>U<sub>b</sub></em><sub>(min)</sub> – 0,6)] ohm</p>
<p><em>R</em><sub>3</sub> =  [5<em>U</em><sub>b</sub> – 1.4)] ohm</p>
<p>Misalnya, dengan tegangan baterai minimum 6.5V (baterai 9 V), <em> </em></p>
<p><em>R</em><sub>2</sub> = 10 kohm dan</p>
<p><em>R</em><sub>3</sub> = 39 ohm</p>
<p>Harga <em>R</em><sub>4</sub> harus di antara 10 kohm dan 1 Mohm. Alatuji ini akan lebih ekonomis lagi dengan harga yang lebih tinggi, tetapi pemeriksaan akan lebih lama. Baterai bisa diuji sepanjang perioda sekitar 10 detik bila <em>R</em><sub>4</sub> = 100 kohm.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halo108.com/alat-uji-battery-ekonomis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

