Power Supply 0 V Sampai 60 V

By dbw On October 19, 2010 Under Elektronika Umum

Hal yang baru dari rancangan ini ialah keluaran yang bervariasi dari 0 volt ke atas tanpa menggunakan Transformator yang mempunyai dua kumparan pada sisi sekundernya. Kedua rangkaian ini dapat dibuat dengan menggunakan IC yang telah kita kenal yaitu type 723 atau untuk tegangan yang lebih besar digunakan IC L 146, yang meskipun tidak terkenal tetapi mudah mendapatkannya. Pembatasan arus keluaran juga bervariasi, tetapi sekali ia diatur (diset) maka seterusnya tetap efektif. Tabel 1 menunjukkan semua komponen yang dibutuhkan untuk tiap versi yang berbeda (30, 40 dan 60 volt tegangan keluaran maksimum).

Tabel 1

Pada gambar ditunjukkan diagram rangkaian untuk versi 40 volt ; 0.8 A. IC L 146 ini harus digunakan karena ia dapat menangani tegangan keluaran yang lebih besar disbanding IC 723. Bisa dikatakan bahwa penagturan tegangan minimum yang dapat diberikan IC adlah 2 volt tetapi jaringan R3, R4 dan R5 dapat mengatasi pembatasan ini, sehingga tegangan keluaran diturunkan sampai 0 volt (dengan mangatur P2). Resistor-resistor tersebut menjamin tegangan yang mencukupi muncul pada pena 4 dan pena 5 dari IC regulator (menjaganya supaya mantap), bahkan bila diperlukan tegangan lebih rendah, dari pada masukan yang diizinkannya.

Segi lain dari rancangan ini adalah cara pengemudian T3 yang tidak biasa. Pada saat tegangan keluaran yang dibutuhkan berada di bawah minimum yang diizinkan dari regulator, potensial pada pena 4 di bawah potensial yang terdapat pada pena 5. Akibat kejadian ini, IC mencoba mengimbangi hal ini dengan mencoba menaikkan tegangan keluaran pena 9. Tetapi ini tidak bisa karena pena 9 dihubungkan dengan bumi melalui R7 dan D2, yang mana ia berfungsi membatasi kenaikkan tegangannya. Meskipun tegangan itu tidak dapat dinaikkan, tetapi arusnya dapat, sehingga R7 juga digunakan untuk membatasi arus ini pada 6 mA. Arus mengalir (masuk pada pena 11 keluar pada pena 9) menyebabkan tegangan jatuh pada P1. Hal ini kemudian mengemudi T3 untuk membuka (lewat T2), karena itu ia menaikkan tegangannya. Bila wiper P1 dihubungkan pada T1, ia dapat digunakan untuk mengatur pembatasan arus.

Bila tegangan jatuh pada R1 melebihi 0.6 volt maka P1 dihubung singkat (short circuit) oleh R1 dan T3 tersumbat (cut off). Selama operasi normal (tanpa pembatasan arus) tegangan jatuh pada P1 tetap 1.2 volt, membentuk tegangan maju D1 dan Ube pada T2.

Sebagian dari tegangan ini dapat digunakan untuk mengemudikan T1 sebelum tercapai tegangan 0.6 volt pada R1. Hal ini dapat terjadi karena tegangan basis dari T1 tersusun dari tegangan jatuh pada T1 dan tegangan pada penggeser P1. Pada bagian lain telah dikemukakan bahwa arus keluaran dari rangkaian ini dapat diatur dari 0 sampai maksimum. Ingatlah bahwa IC 723 hanya dapat menangani tegangan, maksimum 36 volt dan bila menggunakan IC L146 pakailah Transformator yang mempunyai tegangan sekunder lebih dari 24 volt karena L 146 mampu menangani tegangan sampai 80 volt, atau bisa saja menggunakan sebuah Transformator yang mempunyai tegangan sekunder 48 volt.Anda yang menentukan versi mana yanga sesuai dengan kebutuhan dan di samping itu Anda harus memilih komponen yang sesuai pula dengan versi rangkaian tersebut. Pada table 1 ditunjukkan nilai komponen yang dibutuhkan untuk membuat tiga versi yang berbeda itu.

Perlu diperhatikan juga bahwa transistor 2N3055 hanya mampu digunakan sampai tegangan 60 volt. Oleh karena itu bila menggunakan tegangan sampai 80 volt pakailah transistor jenis 4011 atau 2N3442, dan perlu diingat pula bahwa kita harus membatasi arus keluaran seperlunya. Hal ini untuk menjaga disipasi daya pada T3 di bawah 40 watt.

Arus keluaran maksimum versi 40 volt adalah 0.8 ampere. Tetapi bisa juga arus keluaran itu dilipat-duakan dengan menghubungkan dua buah transistor type 2N3055 secara jajar (paralel) dengan resistor emitornya. Arus yang dihasilkan oleh hubungan ini adalah 2 kali 0.8 A, tetapi diperlukan Transformator 2 ampere.

Bookmark

Related Posts

  • No Related Posts

Comments are closed.

  •