Power Supply 0 V Sampai 60 V
Hal yang baru dari rancangan ini ialah keluaran yang bervariasi dari 0 volt ke atas tanpa menggunakan Transformator yang mempunyai dua kumparan pada sisi sekundernya. Kedua rangkaian ini dapat dibuat dengan menggunakan IC yang telah kita kenal yaitu type 723 atau untuk tegangan yang lebih besar digunakan IC L 146, yang meskipun tidak terkenal tetapi mudah mendapatkannya. Pembatasan arus keluaran juga bervariasi, tetapi sekali ia diatur (diset) maka seterusnya tetap efektif. Tabel 1 menunjukkan semua komponen yang dibutuhkan untuk tiap versi yang berbeda (30, 40 dan 60 volt tegangan keluaran maksimum).
Tabel 1
Pada gambar ditunjukkan diagram rangkaian untuk versi 40 volt ; 0.8 A. IC L 146 ini harus digunakan karena ia dapat menangani tegangan keluaran yang lebih besar disbanding IC 723.
Click here to continue readingAlarm Mundur

Alarm Mundur
Hampir setiap pembuat mobil baru di dunia dewasa ini melengkapi buatannya dengan lampu-lampu mundur. Gagasan bagus! Tidak hanya menolong Anda melihat kemana akan mundur dalam kegelapan, tetapi juga membuat Anda jelas terlihat oleh siapa saja di belakang Anda. Di beberapa Negara Asia malahan membuat peraturan untuk setiap kendaraan memiliki penunjuk mundur bersuara. Satu masalah dari gagasan ini adalah bahwa pengemudi mobil, tidak langsung dapat mengambil manfaatnya.
Sudah menjadi kodrat manusia, tak dapat disangkal lagi kita seringkali lupa atau mengabaikan peringatan yang diberikan pada kita, ketika kita mempelajari keterampilan baru. Hal ini lebih nyata lagi dalam mengemudikan mobil. Kita sering kali cenderung melakukan apa yang lazim daripada yang benar.
Yang kecil saja, tapi mendasar, adalah kesalahan menjalankan mobil dengan pedal kopling ditekan. Maka anda tinggal melepaskan pedal tersebut dan pergi … tetapi ke arah mana. Terbukti, sangat mengherankan, ketika Anda ingin bergerak
Click here to continue readingAntar Muka Bio-Elektronik

Antar Muka Bio-Elektronik
ECG, EMG dan EEG merupakan ungkapan yang umum dalam bio-elektronika, tetapi mungkin ia akan menjadi daya tarik untuk umumnya penggemar elektronika . Singkatan-singkatan tersebut adalah kepanjangan dari ECG = electrocardiogram, EMG = electromyogram, EEG = electroencephalogram. Semua itu berhubungan dengan pengukuran dan peragaan tegangan listrik yang dihasilkan oleh : jantung (ECG), otot (EMG) dan otak (EEG).Sinyal terkuat dihasilkan oleh jantung dan terlemah dihasilkan oleh otak.
Banyak penggemar mikroprosesor telah memikirkan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pengujian fisik dengan komputer mereka. Sayang sekali, belum ada interface yang cocok, yang bermanfaat … sampai sekarang.
Rangkaian ini dapat memecahkan masalah tersebut. Tiga lempeng tembaga digunakan sebagai elektroda dan harus dihubungkan ke penguat diferensial dengan menggunakan kabel terlindung untuk membentuk masukan bagi rangkaian. Rangkaian yang terdiri dari A1 … A3 ini juga dapat dianggap sebagai penguat instrumentasi: sebuah penguat diferensial, dengan op-amp dan
Click here to continue reading2X EPROM 2716 = EPROM 2732

2xEPROM 2716= EPROM 2732
Hampir setiap orang yang membangun mikrokomputer, cepat atau lambat akan melihat bahwa dia bisa menyediakan komponen yang seringkali dipergunakan. Kasus tentang ini adalah EPROM 2716: sangat umum dipergunakan, sehingga bijaksanalah memilikinya sepasang. Dibalik kenyataan bahwa 2716 begitu umum, EPROM dengan kapasitas dua kalinya (2732 = 4096 x 8 bit) juga amat terkenal. Tentu saja, ini tidak berarti setiap orang harus membuang semua 2716 miliknya. Bertentangan dengan itu, kenyataannya, kami kira akan menarik memiliki memori
4 K yang terdiri sepasang 2716.
Semua saluran untuk 2732 dipergunakan langsung oleh dua buah 2716, kecuali A11, CS dan Vpp. Setiap pena pada 2716 sudah umum untuk kedua IC, tentu saja dengan kekecualian CS. Isyarat yang didapat untuk pena ini diambil dari keluaran-keluaran 74LS00. Salah satu EPROM [di sini adalah 2716 (1)] dialamati untuk blok 2 K pertama dari 2732, dan A11 akan berlogika
Click here to continue readingAntar Muka Tombol Tekan

Antar Muka Tombol Tekan
Rangkaian di sini meningkatkan daya guna dari sakelar tekan sambung (push to make) dengan memungkinkannya digunakan sebagai “one shot” dengan pembersih tepi-tepi debounce, atau sebagai sebuah gerendel push on/push off.
Fungsi-fungsi ini menghilangkan masalah yang timbul pada setiap sakelar, yakni desah elektronik. Resistor R1 serta Kondensator C1 menahan getaran (debounce) sakelar dan memberikan suatu tepi positif ke penyulut monostabil FF1. Ini menghasilkan denyut-denyut (berlawanan fasa) pada keluaran Q dan Q. Lebar denyut ditentukan oleh R1, R3 dan C2. denyut positif (Q) diumpankan ke gerbang OR, yang terdiri atas D2, D3 dan R5. Tebing belakang denyut negative digunakan untuk menyulut bistabil FF2. Keadaan normal (atau mantap) FF1 adalah pada keluaran Q rendah dan keluaran Q tinggi. Apabila dalam kondisi ini sakelar tertutup sejenak kemudian terbuka, masukan J dan K akan rendah , bila tepi kuntit tiba. Dalam hal ini
Click here to continue readingAlat Uji Reaksi

Alat Uji Reaksi
Alat uji reaksi tidak hanya dapat menimbulkan kegembiraan untuk semua umur, namun juga dapat dipergunakan untuk pemakaian yang serius (katakanlah: menguji reaksi pengemudi atau refleksi yang dipunyai seorang atlit).
Perangkat ini mudah pengoperasiannya : segera sesudah tombol start ditekan, akan ada penundaan waktu hingga LED menyala. Perlombaannya adalah menekan tombol secepat mungkin. Waktu terlewat (antara LED menyala dan penekanan tombol) diukur, dan ditampilkan sebagai waktu reaksi dalam milidetik dengan penampil 4 digit.
Ini juga memungkinkan dua orang untuk membandingkan waktu reaksi mereka. Dalam moda ini, setiap orang menekan tombol mereka ketika LED menyala. Perbedaan waktu penekanan tombol ditunjukkan pada penampil. Dua buah LED menunjukkan peserta yang terlebih dahulu menekan tombol. Karena hanya sebuah LED yang dapat menyala pada satu saat yang sama, maka permainan rumah ini dapat seperti pada televisi: yang menekan tombol terlebih dahulu boleh menjawab dan memperoleh nilai.
Rangkaian
Click here to continue readingAutomatic Frequency Control Serba Guna

Automatic Frequency Control
Rangkaian AFC (Automatic Frequency Control, pengatur frekuensi otomatis) ini cocok untuk frekuensi sampai 100 MHz, yang digunakan untuk pembangkit frekuensi, pembangkit bentuk gelombang dan untuk segala jenis pesawat penerima . Sinyal-sinyal yang akan dikontrol pertama diperkuat oleh dua tingkat transistor, T1 dan T2, kemudian diumpankan ke masukan D dwimantap/bistable, FF1. Masukan lonceng (clock) dari multivibrator ini dihubungkan ke Q8, pena 13 IC1. IC ini merupakan pencacah 14 tahap dari sebuah osilator yang dikontrol oleh sebuah kristal. Frekuensi keluaran dari osilator ini sebesar 32768 kHz sehingga akan didapatkan gelombang persegi 64 Hz pada keluaran Q8 (pena 13). Ini digunakan sebagai clock untuk FF1 sehingga sinyal masukan di cuplik 64 kali per detik. Bistabil FF2 diumpani dari keluaran Q9 (pena 15) IC1 untuk memberikan keluaran 16 Hz pada keluaran Q. Tepi belakang dari sinyal cuplikan dan tepi sinyal 16 Hz
Click here to continue readingAlat Bantu Penalaan Elektronik

Alat Bantu Penalaan Elektronik
Artikel ini akan menjadi daya tarik khusus bagi para pembaca yang menikmati musik, khususnya pemusik. Menala segala instrument secara cepat dan efisien sering kali menjadi masalah; paling tidak, menyita banyak tenaga. Artikel ini memberikan metoda yang cepat dan murah. Penggunaan teknologi digit menjamin kesederhanaan yang tidak didapat dengan mengorbankan kecermatannya. Rangkaiannya sendiri sangat mudah dimodifikasi Untuk tujuan-tujuan tertentu.
Alat Bantu penalaan ini akan memberikan apa yang dicari oleh banyak pemusik. Ada dua masalah utama yang bersangkutan dengan pembangkit-pembangkit nada yaitu tentang garpu tala. Pertama adalah kemantapan. Jelas bahwa instrument yang ditala hanya dapat secermat sumber penalanya dan oleh karena itu rangkaian ini harus menghasilkan F# dalam sebulan sama dengan hari ini.
Kesulitan kedua bertambah bila sumber penala memberikan sejumlah nada. Tentu saja hubungan di antaranya harus ditetapkan dan harus tetap mantap. Melihat pada diagram rangkaian di dalam gambar 1
Click here to continue readingAlat Uji Battery Ekonomis

Rangkaian Test Battery Ekonomis
Alat Uji Battery digunakan untuk memperoleh jawaban sehubungan dengan kondisi baterai. Jelas bahwa rangkaian uji ini tidak boleh menjadi beban tambahan selama pengukuran. Alatuji baterai khusus ini memakai energi yang besarnya boleh diabaikan. Satu kilatan tunggal LED menunjukkan bahwa taraf tegangan baterai di dalam radio tentengan, perekam kaset dan lain-lain masih cukup memadai. Kilatan ini dihasilkan akibat kondensator C1 membuang muatan melalui LED D1. Ini hanya mungkin bila baterai mencatu tegangan yang cukup.
Melepas sakelar S1 akan menyebabkan transistor T1 menghantar sehingga C1 bisa membuang muatan ke LED melalui resistor pembatas arus R3. Tegangan baterai minimum yang diperlukan ditentukan dari pembagi tegangan R1/R2. Harga R2 dan R3 dihitung sebagai berikut :
R2 = [6 x 104/Ub(min) – 0,6)] ohm
R3 = [5Ub – 1.4)] ohm
Misalnya, dengan tegangan baterai minimum 6.5V (baterai 9 V),
R2 = 10 kohm
Click here to continue reading

